Sandaran Hati

Live in that marriage like playing at badminton !!!

Archive for the ‘Taushiyah’


Published October 27th, 2008

Sedikit Tanda Bakti

memasuki usia 5o tahun keatas, orang tua membutuhkan perhatian yang khusus. sebab pada kisaran umur ini berbagai macam penyakit akan mulai bermunculan.

Diantara kita saat ini mungkin ada yang menghadapi situasi “merawat & melayani  orang tua yang sudah sakit-sakitan”. Tentunya hal itu tidaklah mudah. Sebab merawat mereka membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang lebih dari biasanya. namun disinilah saat-saat indah untuk kita, untuk sedikit birrul walidain, kepada mereka yang telah merawat dan mengasuh kita sejak kecil.

Mendampingi mereka memasuki hari-hari akhirnya, hanyalah sebagian kecil yang bisa kita lakukan untuk sedikit meringankan beban mereka. sebab apa yang dilakukan orang tua tidak akan mampu kita balas dengan apapun.

Dengan kesadaran ini, maka kita akan melakukan aktivitas tersebut dengan penuh keikhlasan tanpa beban. sehingga segala perlakuan orang tua yang kurang berkenan di hati kita, tidak kita jadikan bekal untuk mengasuh atau merawat putra-putri kita sendiri nantinya.

Published October 27th, 2008

BUka Puasa dengan Anak Jalanan

Klo ingat anak jalanan, saya jadi teringat pengalaman saya waktu berbuka puasa kemarin dengan anak jalanan. Ingatanku akan kembali ke BULAN RAMADHAN kemarin.

Sore itu sebenarnya saya ada janji dengan teman mo membagi takjil dijalan depan perumahan, tetapi karena ada pengurus masjid yang ngajak mo membagi takjil dengan anak jalanan maka saya pilih dengan anak jalanan. Saya memperoleh pengalaman yang berharga dari anak jalanan tersebut. Mereka membagi ta’jil kepada pengendara, dan hebatnya ta’jil itu dibeli dari hasil iuran bersama mereka. Tidak selamanya tangan di bawah, asal dibina dengan positif maka tangan bisa berubah di atas.

Saya teringat Rasulullah SAW pernah berkata, bahwa beliau nanti di surga bersama orang-orang miskin. Ungkapan Rasulullah SAW tersebut menunjukkan keberpihakkan beliau kepada orang miskin, sebab orang miskin hidupnya sudah serba kekurangan, maka akan sangat luar biasa sekali jika ia bersabar dan beribadah dengan tekun. Tetapi sebaliknya jika orang berkecukupan hidupnya sudah relatif mudah, maka akan sangat luar biasa sekali jika ia tidak bisa beribadah dengan tekun. Tetapi ungkapan Rasulullah SAW tidak berarti tidak ada orang berkecukupan atau kaya yang masuk surga, sebaliknya juga banyak orang yang berkecukupan masuk surga, karena hidup mereka yang sudah relatif mudah, sehingga dapat beribadah dengan tekun, dan luar biasanya mereka dengan kecukupannya dapat membantu dan peduli kepada orang miskin. Mereka akan berkumpul bersama Rasulullah SAW di surga sebagai sesama pencinta orang miskin.

Published September 25th, 2008

aSmArA SuBuh

Pernah dengar kata ini nggak???? saya aja baru tau, dikasih tau teman saya yang sering ngelakuin Asmara Subuh itu.

Asmara Subuh itu semacam penyakit yang datangnya pas dibulan ramadhan dan datangnya waktu subuh hari. Pelakunya kaum muda-mudi yang memanfaatkan waktu subuh untuk cuci mata/ jalan-jalan. Juga untuk menjalin asmara yang dilakukan waktu sekitar subuh

Budaya asmara subuh hampir setiap Ramadhan terjadi, padahal kegiatan tersebut hanya menyia-nyiakan waktu dan lebih banyak tidak bermanfaat.

Published September 24th, 2008

MalEm SeLikUraN

Malem Selikur artinya malam ke 21. Malem selikuran merupakan tanda syukur kepada Tuhan. Pada malam 21 ramadhan, Nabi Muhammad pulang dari Jabal Nur dan disambut para sahabatnya dengan membawa obor dan makanan.

Malem selikuran juga untuk mengingatkan adanya malam Lailatul Qadar meski malam itu tidak diketahui kapan datangnya. Yang Pasti, Lailatul Qadar jatuh pada salah satu hari dalam periode 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

So, mari kita cari malam Lailatul Qadar dengan banyak berithikaf di masjid.

Published September 1st, 2008

Marhaban Ya Ramadhan 1429 H

Dear All,

Selamat menunaikan ibadah Puasa di Bulan Ramdhan 1429 H bagi yang menjalankan.

Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf lahir & bathin, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Amien.

Published August 22nd, 2008

Jagalah Hati

otak sendiri tersusun dari 100 milyar sel dan menghasilkan 3 macam kemampuan yaitu IQ utk masalah rasio / logika, EQ utk kematangan emosi & SQ untuk mengutuhkan spiritual. orang yg bisa mengelola ketiganya dg baik, maka akan menjadi manusia yg sangat mulia / tinggi derajatnya baik di mata sesama manusia maupun di mata Tuhan sekali pun ! bahkan bisa menjadi lebih mulia dibanding malaikat ! namun sebaliknya jika kita tidak bisa mengelolanya dg baik, maka manusia bisa lebih
rendah dari binatang !

Agar otak kita ini bisa berfungsi dg optimal, tentukita harus memberinya asupan yang tepat. salah satunya dg selalu memenuhi kebutuhan protein harian sebanyak 1/1000 berat tubuh kita ( 0.1 %). misal berat anda 50 kg, berarti kebutuhan protein anda kira-kira 50 gram per hari. agar anda tidak susah menghitung seberapa banyak 50 gram tsb, saya akan memberi sedikit gambaran.

1 kg telur berisi 18 butir, maka kira2 berat telur 50 gram per butirnya. kandungan protein telur adalah 20 %, maka anda mendapatkan 10 g protein dari sebutir telur. tapi itu pun ada syaratnya, yaitu cara memasaknya direbus. jika didadar apalagi sampai kering, saya jamin anda hanya sedikit mendapat manfaat dari sebutir telur tsb krn kandungan gizi nya sudah rusak saat dimasak ! sedangkan dari daging-dagingan kandungan proteinnya berkisar40an %. saya yakin sekarang anda sudah bisa menghitung apa saja serta berapa banyak yang harus anda makan untuk memenuhi kebutuhan
protein harian tersebut.

otak juga menghasilkan ber-macam2 zat kimia / hormon, seperti apotik hidup, zat-zat tersebut ada yg berguna bagi tubuh, ada juga yg malah meracuni tubuh. zat apa saja yg diproduksi oleh otak itu sangat tergantung dg suasana hati kita ! saat kita gembira, maka zat yg diproduksi oleh otak adalah endomorfin yang bermanfaat bagi tubuh, sedangkan jika kita marah / stress maka zat yg diproduksi otak adalah dopamin, cortisol & adrenalin yg bisa mengganggu keseimbangan sistem tubuh jika jumlahnya berlebih hingga akan menyebabkan mudah terserang penyakit. begitu pun jika kita memelihara sifat iri, serakah & sombong, maka otak akan terganggu melalui aksis HHA ( hipotalamus hipofisis adrenal ) yang  menyebabkan “hang” nya otak. aksis HHA sendirihasil penelitian para ahli neuroscience diketahuisebagai interface/ penghubung antara tubuh/ fisik dengan kondisi mental spiritual.

jika bagian HHA ini sering terganggu, maka tubuh kita pun akan sering terkena macam2 gangguan penyakit krn etidakstabilan sistem tubuh tersebut. jika anda tdk percaya hubungan antara perasaan / pikiran dg tubuh, saya akan memberi contoh. tak sedikit orang saat mendengar kabar yang mengejutkan spt anak /suami /istrinya meninggal dunia secaramendadak tiba2 jatuh pingsan padahal sebelumnya kondisi orang tsb sehat walafiat !

pantaslah 14 abad yg lalu nabi sudah bersabda : sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. jika daging itu baik, maka akan baik lah orang tsb. namun jika daging itu rusak, maka akan rusaklah orang tsb. daging itu adalah Qalbu/ hati ! kini, apa yang dikatakan nabi sudah terbukti kebenarannya,  bahwa terdapat hubungan antara hati / perasaanatau pikiran dg kondisi fisik manusia.iri banyak macamnya, mulai dari iri dg kecantikan,kekayaan , jabatan atau iri dg popularitas orang lain.

kalo saya sendiri, insya Allah gak mau memelihara sifat iri ini, karena iri adalah salah satu pangkal dari kejahatan. selain itu juga :
1. hanya menyiksa diri sendiri !
2. dengan iri tdk membuat keadaan kita menjadi lebih baik / sama dg orang yg kita iriin tsb
3. dengan memelihara iri, maka kita menghanguskan tabungan amal kebaikan / amal ibadah kita spt
    kayu bakar yg dimakan api ! tuh sereeeem kan akibat dari  rasa iri ini ?

lagi pula dg memelihara rasa iri, dengki, sombong dan takabur berarti anda merubah default setting / fitrah / program original yg telah dipatenkan Tuhan utk manusia. maka wajar dong jika kemudian kita mendapat gangguan macam-macam penyakit krn mecoba mengotak-atik defaut program / fitrah tsb.

jadi, jika kita ingin senantiasa sehat, atau juga ingin awet muda maka usahakanlah makan makanan yg bergizi, namun yang utama adalah jagalah ” hati ” anda dg banyak2 lah bersyukur, selalu berlapang dada* dalam menerima kenyataan hidup, hindari stress /depresi, syukur-syukur jika kita bisa selalu menghadapi hidup dg riang gembira spt dalam film life is beautiful yg bercerita ttg seorang yahudi dg anaknya yg memilih untuk tetap bahagia meskipun ada di penjara / kamp penyiksaan tentara nazi…..atau seperti kata  Aa Gym jagalah hati, jangan kau kotori
jagalah hati, lentera hidup ini…… Jadi sebenernya kita bisa mendapat obat dari penyakit yang ada dengan menjaga hati kita…

Published August 8th, 2008

Pemimpin sebagai Uswah

Bukan perkara mudah. Ia menuntut kerja keras, pengorbanan dan keikhlasan. ia tidak bisa menjadi pakaian setiap diri jika diri itu tidak berusaha untuk mengenakannya.

(Semoga Pemimpin yang kepilih di Rekreasi menuju Pulau Airlangga Impian dapat menerapkan prinsip ini)

Seorang karyawan pasti tidak akan salah dalam menginterpretasikan sikap dan kebiasaan atasannya. baik tidaknya, bergantung pada apa yang dilihat dan dirasakannya. Telah teruji sekian lama, dalam berbagai situasi (contoh : Rasulluah SAW). beliau dikagumi oleh seluruh kaum muslimin karena sikap dan tingkah laku yang begitu mempesona.

Menjadi Uswah, bukan perkara mudah. Ia termasuk barang langka didunia yang serba semrawut ini. Sekali lagi, membutuhkan niat yang teguh, bersungguh-sungguh. Sebagai Uswah, hendaknya mengacu pada sunah Rasullulah SAW.

Komitmen tinggi diperlukan, istiqomah juga dukungan. Bukan niat semata-mata tanpa aplikasi. Karena sejatinya, keislaman seseorang itu teruji pada setiap amal kebijakan yang dilakukannya dengan ikhlas. Bukan atas paksaan orang lain atau karena dipuji. Tapi sikap dan  kebiasaan yang telah teruji. Dan itulah Uswah yang sesungguhnya.

 

Published July 11th, 2008

mencoba lebih sabar

Terkadang kita tidak selalu mendapat apa yang kita inginkan, dan terkadang kehidupan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan, bagaimana kita mengatasi masalah diatas, jawabannya adalah dengan bersabar. tentu apa lagi yang kita bisa lakukan, apakah kita harus berteriak-teriak, memarahi keadaan yang ada, semua tiada guna sama sekali. lebih bak kita sabar dan sambil berfikir jalan keluarnya.

kita dapat menangani kebanyakan masalah karena kita menyadari bahwa ada waktu yang memisahkan antara kita dengan tujuan kita. kita mungkin perlu menelpon sebanyak dua puluh kali untuk mampu menjual sesuatu. Sabarlah. kita mungkin perlu mencoba sampai lima kali untuk bisa berhenti merokok atau menurunkan berat badan. kita. kita mungkin perlu mengirim sepuluh lamaran kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang benar-benar kita inginkan. Intinya adalah, bahwa kita harus berusaha dan terus berusaha sampai kita berhasil. Kebanyakan orang berhenti terlalu cepat. Tetaplah tekun. Tetaplah sabar. Konsentrasilah pada tujuan utama kita sampai kita mampu mencapainya. Inti permasalahannya bukan pada apa yang kita kerjakan kemarin. Bukan juga pada apa yang bisa kita kerjakan hari ini. Tetapi inti dari semua itu adalah apa yang kita persiapkan untuk dikerjakan setiap hari.

Sabar itu bukan kepasrahan karena kita telah lelah dengan apa yang tengah terjadi pada kita, lelah meratapi diri atau bahkan lelah mencari sumber kesalahan dari mana saja, yang kemudian kita sadari bahwa memang semua tindakan itu tiada berguna. sesungguhnya sabar itu adalah ketabahan kita pada saat pertama kali kita menghadapi kejadian itu, bagaimana kita melapangkan dan mengikhlaskan segala kejadian yang tengah menimpa kita.

Tak ada yang tiba2x menjadi sabar atau tiba2x menjadi ikhlas, semuanya perlu waktu, kesadaran, dan pembelajaran terus menerus. Sampai akhirnya ia melekat dalam diri kita dan menjadi karakter kita. Seperti bernafas, kita tak berfikir saat kita bernafas. Demikian halnya dengan karakter yang telah melekat pada diri kita. Kesabaran, keikhlasan, dan sifat baik lainnya. Akan mengalir saja, jika ia telah melekat dalam diri kita.

Mari sekarang kita lebih sabar dalam menjalankan kehidupan ini, terap kan sabar dalam segala aspek kehidupan kita, saat mencari nafkah, kita sabar tidak mengambil jalan pintas dengan korupsi, saat berkendara kita sabar tidak berkendara seenaknya, saat menjadi pemimpin, kita sabar tidak menjadi pemipin yang buruk, saat jadi bawahan kita sabar untuk menjalani dengan ikhlas, saat  terkena masalah kita sabar untuk ikhlas dan mencari jalan keluar. saat beribah kita sabar untuk bisa beribadah dengan baik. karena dengan sabar dunia ini bisa lebih indah. dan sabar adalah sebuah emosi positif dalam menghadapi permasalan di dunia ini.

Mari kita berlatih untuk lebih sabar mulai dari kita, dan kita terapkan kepada lingkungan kita, mari jadikan sabar sebagi langkah awal kita untuk mencapai mimpi dan kesuksesan hidup.

Published July 11th, 2008

Tips Membangun dan Membina Rumah yang Islami

Dalam membangun rumah yang baik, sering orang menggunakan Feng Shui yang berasal dari budaya Cina. Padahal tidak semuanya selaras dengan ajaran Islam. Jika keliru, mungkin bisa terjerumus dalam kemusyrikan karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah yang bisa menyelamatkannya.

Dalam membangun rumah yang Islami, sebetulnya dalam Islam ada beberapa petunjuk untuk itu. Di antaranya:

Tetangga yang Baik

Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan). Sebab jika tetangga anda tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. Bayangkan jika tetangga anda adalah preman, pezina, atau pemabuk.

Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian). (HR. Al Khatib)

Nabi Saw berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah.” (HR. Ibnu ‘Asakir)

Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya). (HR. Ath-Thahawi) .

Usahakan agar tetangga anda cukup makannya:

Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR. Al Bazzaar)

Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas, tapi juga tidak terlampau sempit).

Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

Rumah yang terlampau luas, misalnya 400 m2 lebih, cenderung menghasilkan ”Rumah Gedong” di mana tetangga satu tidak kenal dengan tetangga lainnya. Para penghuni masing-masing asyik di dalam ”Istana” mereka.

Sebaliknya rumah yang terlalu sempit, misalnya kurang dari 50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah di rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan para tetangganya.

Luas rumah yang ideal (pertengahan) adalah sekitar 100-200 m2..

Jangan Membangun Rumah Megah

Dalam membangun rumah, janganlah terlalu mewah sehingga jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah dan merupakan satu sifat dari orang-orang yang buruk di akhir zaman.

”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]

Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: ”Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung” [HR Muslim]

Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)

Jangan membangun rumah yang terlampau tinggi (misalnya sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidak mendapat sinar matahari atau angin.

Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” [HR Muslim]

Buatlah Rumah yang Baik

“…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” [Al A’raaf:157]

Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” [Al Maa-idah:100]

Rumah yang baik adalah rumah yang sehat. Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak lembab. Ini juga bisa menghemat listrik karena siang hari tak perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.

Rumah juga harus kuat dan aman. Misalnya dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi lebih aman jika misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang kuat serta beri anti rayap sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan apakah rumah tersebut rawan dari kebakaran atau tidak.

Sebaiknya rumah minimal terdiri dari 3 kamar. Satu untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki, dan satu lagi untuk anak perempuan. Banyak kasus incest terjadi karena kamarnya hanya satu sehingga pria-wanita bercampur.

Hendaknya aurat dari lawan jenis (kecuali suami-istri) terpelihara dengan pembagian kamar yang baik.

”Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu” [An Nuur:58]

Buatlah Rumah yang Indah

Allah senang keindahan. Manusia pun banyak yang suka akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah. Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan atau kemegahan

Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)

Rumah Harus Bermanfaat atau Fungsional

Selain indah setiap bagian rumah juga harus bermanfaat/fungsion al. Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak bermanfaat.

Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)

WC Jangan Mengarah/Membelakan gi Kiblat

Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.:

Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat. (Shahih Muslim No.38

Usahakan agar rumah anda mengarah ke kiblat. Jika tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah ke WC.

Usahakan di rumah ada shower atau kran air, sehingga anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yang mengalir.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” Dikeluarkan oleh Muslim.

Sebaiknya tempat wudlu dipisah dari WC sehingga anda leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudlu..

Rumah Harus Bersih

Rumah yang kotor tidak sehat. Karena akan mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus bersih dan mudah dibersihkan.

Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR. Tirmidzi)

Penjelasan:
Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah.
Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah

Umar berkata, “Kami tidak memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung dan gambarnya itu.” [HR Bukhari]

Ibnu Abbas shalat di dalam biara (tempat ibadah agama lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya. [HR Bukhari]

Jangan Memelihara Anjing

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa memiliki anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath. (Shahih Muslim No.2940)

Peliharalah Anak Yatim

Jika anda berkelebihan, asuhlah anak yatim dan perlakukanlah dengan baik.

Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Majah)

Tanamlah Pohon agar Teduh dan Sejuk

Tanamlah pohon di rumah anda sehingga rumah anda teduh dan mendapat udara segar dari oksigen yang dikeluarkan pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan Allah sebagai berikut:

“Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” [Al Insaan:14]

Jika rumah anda luas mungkin anda bisa menanam pohon besar yang kuat seperti pohon asem. Jika sedang, bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan atau mangga. Hindari pohon besar yang rapuh dan berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban jiwa karena tertimpa pohon tersebut ketika terjadi badai/angin kencang.

Published July 3rd, 2008

Sedekah

Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya. Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.

Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini. “Kok rezeki saya seret banget, padahal sudah mati-matian mencarinya?” “Mengapa ya saya gagal terus dalam bisnis?” “Mengapa hati saya tidak pernah tenang?” Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla “menahan” rezeki yang bersangkutan. Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat? Apa saja penyebabnya?

Saudaraku, Allah adalah Dzat Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya. Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.

Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati. Dengan kata lain, kita berharap dan menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.

Kedua, dosa dan maksiat yang kita lakukan. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Saudaraku, bila dosa menyumbat aliran rezeki, maka tobat akan membukanya. Andai kita simak, doa minta hujan isinya adalah permintaan tobat, doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan adalah permintaan tobat, demikian pula doa memohon anak dan Lailatul Qadar adalah tobat. Karena itu, bila rezeki terasa seret, perbanyaklah tobat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita.

Ketiga, maksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan menjalaninya? Tanyakan selalu hal ini. Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark up, dsb akan membaut rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita terlanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Bertanyalah, apakah aktivitas kita selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh? Terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau minimal jadi telat), lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah sinyal-sinyal pekerjaan kita tidak berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat dengan Allah. sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.

Kelima, enggan bersedekah. Siapapun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261). Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Maka pastikan, tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita.